Padel Resmi Masuk Porprov Jatim 2027, Surabaya Bergerak Cepat Siapkan Atlet

Olahraga padel resmi masuk sebagai cabang yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027. Keputusan ini langsung direspons cepat oleh Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Surabaya, yang mulai menyiapkan pembinaan atlet untuk berlaga di ajang resmi tersebut.
Popularitas padel yang terus menanjak dalam beberapa tahun terakhir dinilai menjadi modal besar. Olahraga ini tidak lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan mulai membentuk ekosistem kompetisi yang serius — dari bertambahnya jumlah lapangan, tumbuhnya komunitas, hingga turnamen yang digelar hampir setiap pekan.
Modal besar dari tingginya minat
Ketua Umum PBPI Kota Surabaya, Rian Septrianto Maulana, menilai tingginya animo masyarakat memudahkan pengurus menjaring bibit atlet potensial. Menurutnya, Surabaya menjadi salah satu kota dengan jumlah venue padel terbanyak di Indonesia, sehingga basis pemainnya pun sangat luas.
Padel sedang menjadi olahraga yang hype di Surabaya maupun Indonesia. Ini kemudahan bagi kami untuk menjaring bibit atlet, apalagi di Porprov Jatim 2027 padel sudah resmi dipertandingkan.
Tantangan terbesar, kata Rian, adalah mengubah potensi jumlah pemain yang besar itu menjadi prestasi nyata. Banyak pemain Surabaya bahkan sudah aktif berkompetisi jauh sebelum PBPI Kota Surabaya resmi terbentuk.
Turnamen mingguan jadi tulang punggung pembinaan
PBPI Kota Surabaya berencana memanfaatkan setiap turnamen sebagai bagian dari sistem pembinaan. Pengurus akan mengintensifkan pendataan penyelenggaraan turnamen, mencatat para juara di tiap kategori, sekaligus memetakan atlet yang berpotensi memperkuat Surabaya di ajang resmi mendatang.
Langkah itu diharapkan membangun sistem pembinaan yang lebih terstruktur, sembari menunggu penetapan kategori resmi yang akan dipertandingkan pada Porprov Jawa Timur 2027.
Sementara itu, Ketua PBPI Jawa Timur, Rudie Riesdianto, menilai Surabaya telah menjadi barometer perkembangan padel di Jawa Timur. Pertumbuhan lapangan baru dan ramainya turnamen dinilai bisa menjadi contoh bagi daerah lain sekaligus mendorong gaya hidup sehat di masyarakat.
